Kamis, 13 November 2008

SOSIAL BUDAYA

SOSIAL BUDAYA
Aspek sosial budaya yang penting dalam suatu perencanaan pembangunan suatu daerah diantaranya adalah kondisi mengenai bidang kependudukan dan tenaga kerja, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial dan lain sebagainya berikut perkembangan aspek tersebut di atas, di kecamatam Puring Kencana selama kurun waktu 3 tahun terakhir ini.




C.1. KEPENDUDUKAN
Modal dasar pembangunan suatu daerah yang penting berkompetensi secara ekonomi, salah satunya banyaknya penduduk yang berfungsi sebagai penyediaan tenaga kerja. Akan tetapi meskipun besar secara kuantitas saja tidak cukup membantu peningkatan pembangunan karna tidak akan bermanfaat jika tidak diimbangi dengan kualitas yang cukup besar pula hal ini berarti penduduk yang berjumlah besar dapat menjadi modal pembangunan, tetapi penduduk yang besar dapat pula menjadi beban pembangunan apabila penduduk tersebut memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi (kualitas rendah).beban ketergantungan dapat dilihat dari struktur umur dan potensi penduduk produktif dapat diketahui dari jumlah tenaga kerja.
Dalam mencapai tujuan pembangunan yang diharapkan, faktor sumberdaya manusia yang kuat, handal dan berkualitas sangat di perlukan. Seperti yang tengah terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, di mana ada daerah yang memiliki jumlah penduduk yang cukup besar namun sumber daya yang di milikinya tidak mampu berasing atau mengikuti perkembangan teknologi, sehingga berapapun kemajuan yang telah dicapai kurang dapat diterima dengan baik, ditambah lagi saat ini yang menjadi masalah krusial adalah semakin bertambahnya jumlah angka pengganguran pada usia produktif.
Berdasarkan hasil regestrasi penduduk pada akhir bulan Mei 2007, jumlah penduduk Kecamatan Puring Kencana berjumlah 2.288 jiwa yang dapat dilihat pada tabel berikut :









Dengan luas wilayah yang mencapai 44.855 Ha atau 448,55 KM2, Kecamatan Puring Kencana memiliki kepadatan penduduk sebesar 6 jiwa/ km2, yang berarti secara hitungan angka menunjukan bahwa dalam setiap wilayah 1 km2 di huni oleh 6 penduduk. Hal ini mengambarkan kepadatan penduduk di kecamatan Puring Kencana masih relatif sangat kecil yang artinya masih banyak sekali tanah atau areal kosong dan merupakan potensi pembangunan yang dapat digarap dan diolah untuk kegiatan produksi khususnya dibidang pertanian dan perkebunan yang merupakan sektor utama dalam pembangunan di daerah ini yang berstatus daerah pedalaman/ terpencil.

C.2 KESEHATAN DAN KELUARGA BERENCANA
Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta kualitas kehidupan dan usia harapan hidup, meningkatkan kesajahteraan keluarga dan masyarakat serta untuk mempertinggi kesadaraan masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat.
Untuk melihat dan menilai kinerja sektor kesehatan di Kecamatan Puring Kencana pada tahun 2002-2006 dapat dilihat melalui perkembangan berapa Indicator, diantaranya perkembangan sarana prasarana kesehatan, tenaga kesehatan dan indicator derajat kesehatan masyarakat dalam wilayah kecamatan puring kencana.
Kebijakan pemerintah dbibidang kesehatan berupa penyediaan berbagai sarana dan prasarana kesehatan merupakan salah satu usaha untuk memperbaiki kesajahteraan masyarakat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Adanya parsitipasi aktif, dari pihak masyarakat untuk turut mendukung peningkatan upaya pembangunan dan pengembangan sektor kesehatan ini tercermin dari semakin banyaknya jumlah posyadu yang tersebar hampir diseluruh kampong/ Dusun di kecamatan Puring Kencana.
Salah satu program pemerintah dalam upaya pelayanan kesehatan dasar masyarakat adalah penyediaan fasilitas sarana kesehatan berupa pendirian Puskesmas Perawatan dan Puskesmas Pemantu. Lewat program yang telah dijalankan, ini diharapkan dapat menjawab dan mengatasi kendala yang selama ini, yakni kurangnya pelayanan kesehatan terhadap masyarakat khususnya perlengkapan medis dipuskesmas induk maupun puskesmas pembantu serta kurangrnya tenaga kesehatan terutama Dokter.








elanjutanya mengenai tenaga kesehatan yang bertugas di Kecaamtan Puring Kencana selama tiga tahun terakhir ini menunjukan peningkatan, hal tersebut terlihat dari jumlah Puskesmas Induk maupun Puskesmas Pembantu sudah terisi dengan tenaga medis walaupun jumlah paramedis dan fasilitas yang sangat terbatas. Namun hal ini menunjukan adanya keseriusan pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat.
Secara keseluruhan, berdasarkan uraian tersebut di atas, beberapa permasalahan, kendala dan hambatan yang dijumpai dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kecamatan Puring Kencana, diantaranya adalah:
1. Luas dan kondisi geografis Kecamatan Puring Kencana, menyebabkan jangkauan pelayanan kesehatan masih relatip sangat minim.
2. Terbatasnya sarana dan prasarana kesehatan maupun tenaga kesehatan yang tersedia.
3. Masih rendah atau kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan.

C.3. PENDIDIKAN
Titik berat pembangunan pendidikan mengutamakan pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan Dasar dan Menengah serta menggalakkan pelaksanaan wajib belajar 9 tahun sesuai dangan perkembangan tuntutan pembangunan potensi daerah.
Dalam pembangunan pendidikan, seluruh modal dasar pembangunan didayagunakan, terutama penduduk yang jumlahnya besar sebagai SDM yang yang pontensial dan produktif bagi pembangunan daerah. Salah satu usaha yang sedang digalakan pemerintah dibidang pendidikan dalam mengimbangi pertambahan penduduk, khususnya usia sekolah adalah menyediakan sarana fisik pendidikan dan tenaga guru yang memadai. Hal ini perlu terus ditingkatkan dalam rangka pencapaian salah satu tujuan pembangunan nasional, yakni mencerdaskan, kehidupan bangsa.
Pendidikan dikecamatan puring Kencana selama kurun waktu tiga tahun ini menunjukan suatu peningkatan dari tahun sebelumnya, dimana pada tahun 2004 telah dibangun Gedung serta perumahan Sekolah Menengah Tingkat Pertama ( SMPN 1 Puring Kencana ), dengan fasilitas yang agak memadai. demikian juga gedung SD sudah ada yang di rehabilitasi.
Namun dari segi tenaga pendidik (guru) baik tingkat SD maupun tingkat SMP masih terdapat kekurangan tenaga pengajar. Kalau hal ini terus dibiarkan oleh pemerintah khusunya Dinas Pendidikan Kaupaten Kapuas Hulu, maka peningkatan sumber daya manusia di kecamatan Puring kencana akan tidak dapat tercapai. Dan hal ini akan mengindikasikan bahwa mutu pendidikan di kecamatan Puring Kencana akan jauh tertinggal bila di badingkan dengan kecamatan-kecamtan lainnya (seusianya) di Kabupaten Kapuas Hulu.
Untuk mengatasi kekurangan tenaga guru khususnya ditingkat SD, pihak kecamatan mempunyai program yaitu pengabungan SD-SD yang jaraknya terdekat, dimulai dari kelas 4, 5 dan 6 disetiap sekolah untuk dijadikan satu pada sekolah yang telah ditentukan (sekolah Induk). Adapun yang telah dimulai penggabunganya adalah SDN 01 Sungai Antu, SDN 02 Langau , dan SDN 03 Sungai Mawang akan bergabung ke SDN 01 Sungai Antu. Untuk lebih jelas mengenai pengabungan ini, dapat dilihat pada tabel diawah ini :





Penggabungan SD-SD tersebut di atas bertujuan untuk leih meningkatkan mutu pendidikan dan mengatasi kekurangan tenaga pengajar yang selama ini menjadi kendala rendahnya mutu pendidikan di Kecamatan Puring Kencana. Kemudian untuk SD-SD yang digabungkan tetap membuka ruang kelas hanya untuk kelas 1, 2, dan 3, sehingga suatu saat SD tersebut hanya berstatus sebagai Sekolah kecil. Sehubungan jauhnya jarak tempuh tiap dusun dan sulitnya trasportasi, maka perlu dibangun asrama murid setiap SD Induk, sehingga tidak menyulitkan orang tua untuk menyekolahkan anaknya.
Mengenai Fasilitas pendidikan di Kecamatan Puring Kencana, untuk jelasnya dapat dilihat pada tabel di awah ini.
Dilihat dari rasio tingkat pendidikan masyarakat secara umum di kecamatan Puring Kencana dapat diambil kesimpulan bahwa rata- rata pendidikan yang di miliki oleh anggota masyarakat yang terbesar adalah tidak tamat Sekolah Dasar. Hal ini terlihat dari banyaknya anggota masyarakat yang pandai membaca dan menulis kurang leih 20 % dari jumlah penduduk, 40 % tidak tamat sekolah dasar, 31 % Tamat sekolah dasar, 3% Tidak tamat SLTP, 2% tamat SLTA/ sederajat. 1 % Tamat DIII, 0,5 Melanjutkan diperguruan tinggi, 0,5 Tamat S1.
Dengan demikian untuk mengatasi hal tersebut di atas, maka perlu di galakan program pendidikan luar sekolah yang terhimpun dari paket A dan paket B, Sehingga Sumber Daya Manusia diperbatasaan tidak ketinggalan jauh dari daerah-daerah lain. Apalagi kalau kita bandingkan dengan tingkat pendidikan di Negara tetangga Malaysia yang tingkat pendidikannya rata-rata di atas tamatan SLTA.
C.4 KEAGAMAAN
Pembangunan dibidang keagamaan perlu semakin ditingkatkan sehingga terbina kualitas keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, terjalin dan tercipta kerukunan kehidupan antar umat bernegara yang saling menghormati satu sama lain. Pada akhirnya diharapkan terciptanya suasana yang damai dan harmonis sebagai perwujudan rasa persatuan dan kesatuan yang kuat dan utuh.
Sehubungan dengan penciptaan Suasana kehidupan masyarakat yang lebih demokratis dan saling menghargai antar pemeluk agama yang ada, pembinaaan dari aparat pemerintah perlu terus digalakan dengan mengatifkan dialog antar umat beragama sehingga masalah-masalah yang krusial dapat diselesaikan secara damai dan bijaksana.
Masyarakat di Kecamatan Puring Kencana Seagian besar memeluk agama Katolik yaitu 90%, yang memeluk agama Kristen protestan 9 %, dan selebihnya yaitu sekitar 1% memeluk agama islam. Penduduk yang memeluk agama islam kebanyakan adalah pendatang yaitu para Pegawai Negeri yang di tugaskan di Puring kencana serta anggota masyarakat pindah karena kawin, pedagang dan lain sebagainya.
Disamping aparatur pemerintahan yang bertugas di Kantor Camat Puring Kencana dan untuk meningkatkan pelayanan dan pembinaan pada masyarakat, terdapat aparat dari Dinas Teknis daerah yang ditugaskan pada Kecamatan Puring Kencana, seperti :
a. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura 1 orang
b. Petugas imigrasi dan Bea Cukai.

Tidak ada komentar: