Kamis, 13 November 2008

GAMBARAN UMUM 2

B.1. PERTANIAN

Sarana pembangunan pertanian yang mencakup sektor pertanian tanaman pangan dan hortikultura, diupayakan pada pencapaian kondisi pertanian yang tangguh yang mampu secara optimal memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia serta modal guna meningkatkan kesajahteraan masyarakat, khususnya kesajahteraan petani. Dengan kondisi daerah yang berukit-bukit disertai dengan tingkat kesuburan tanah yang tinggi, maka kecamatan Puring Kencana sangat potensial untuk dikembangkan pertanian tanaman pangan dan hortikultura yang mengarahkan pada agroisnis.

Kondisi ini sangat di dukung oleh letak Kecamatan yang berbatasaan dengan Negara tetangga Sarawak Malaysia, peluang pasar sangat besar apabila di kecamatan puring kencana dapat dijadikan sentral pertanian makro. Permintaan pasar di Negara bagian Sarawak Malaysia terhadap hasil pertanian masyarakat terutama sayur-sayuran dan buah-buahan sangat tinggi, hal ini terbukti dengan banyaknya permintaan terhadap hasil pertanian yang dijual masyarakat ke pasar Sriaman dan sekitarnya.

Pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikultura khususnya di Kecamatan Puring Kencana agar dapat terus ditingkatkan dalam rangka mencapai suasembada pangan, meningkatkan pendapatan petani serta memperbaiki gizi masyarakat melalui penganekaragaman jenis bahan pangan dengan meningkatkan produktifitas dan pemanfataan lahan kering. Sasaran peningkatan produksi pertanian di kecamatan Puring Kencana diupayakan dapat diarahkan pada usaha itensifikasi, eksentifikasi serta rehailitasi, dimana usaha ini perlu dilanjutkan dan ditingkatkan secara terpadu disesuaikan dengan kondisi dan potensi serta tetap memperkhatikan kelestarian lingkungan dan sumber daya alam.

Selain jenis tanaman padi, jenis produk tanaman pertanian lainnya yakni tanaman palawija seperti jagung, ubi kayu, ubi jalar menunjukan perkemangan yang cukup beragam dan menjanjikan. Secara keseluruhan baik Produksi, luas panen maupun produktivitas tanaman palawija tersebut mengalami peningkatan selama tiga tahun terakhir ini. Dari jenis tanaman Palawija yang ada tersebut, jenis tanaman ubi kayu dan ubi jalar serta tanaman Jagung memiliki tingkat Produktifitas yang cukup tinggi di bandingkan dengan tanaman palawija lainnya.

Beberapa kendala dan permasalahan dalam bidang pertanian tanaman pangan yang ditemukan di Kecamatan Puring Kencana, di antaranya adalah:

a. Masih terdapat anggapan masyarakat yang menyatakan bahwa menjadi petani merupakan golongan masyarakat rendah, sehingga menurunkan minat masyarakat terutama orang muda untuk menangani sektor ini sebagai usaha mereka.

b. Kurangnya tenaga penyuluh pertaniaan dari dinas instansi pertanian itu sendiri yang mampu memberikan inforbmasi dibidang pertanian secara umum, petugas yang ada di kecamatan Puring Kencana dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2006 hanya 1 ( satu ) orang yang bertugas PPK merangkap PPL.

c. Produktifitas yang masih rendah dibandingakn dengan daerah-daerah lainya akibat kurangnya penguasaan dan penerapan teknologi yang optimal, yang tidak saja disebabkan juga oleh rendahnya kualitas sumber daya manusianya, namun disebabkan juga oleh faktor permodalan untuk ikut berusaha.

d. Investasi yang relatif masih minim pada bidang usaha pertanian tanaman pangan karena risikonya yang cukup tinggi yang kurang menjamin keberhasilan terhadap pengembalian modal atau keuntungan yang dapat diperoleh.

e. Kebijakan Pelik yang berhubungan dengan pelayanan relatif belum banyak berpihak kepada masyarakat tani di perbasaan, di karenakan masih bersifat persial dan belum terkordinasi dengan baik antara instansi yang ada di kecamatan Puring Kencana.

f. Kurang tersedianya Fasilitas sarana dan prasana untuk Petugas Pertanian dalam menjalankan fungsi dan tugasnya.

g. Kelembagaan petani ( Kelompok Tani ) belum berfungsi dengan baik serta belum maksimalnya petani dalam menerapkan Panca Usaha Tani.

B.2. PERKEBUNAN

Program di sektor perkebunan yang telah dilaksanakan selama ini pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan produksi komoditas ekspor serta pemenuhan terhadap perkebunan akan industri di daerah melalui upaya-upaya pengembangan perkebunan rakyat secara terpadu.

Kondisi pertumbuhan sektor perkebunan di kecamatan Puring Kencana pada saat ini mengalami kemunduran dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini terlihat jelas pada aktifitas masyarakat sudah mulai menurun, yang dulunya dengan giatnya seluruh masyarakat berkebun lada. Namun setelah harga turun ketingkat paling rendah, hampir semua kebun lada dibiarkan masyarakat tanpa dipelihara lagi.

Selain lada, sektor perkebunan lain yang di kembangkan masyarakat yaitu perkebunan karet. Harga karet di pasar-pasar wilayah sarawah malaysia meningkat ke tingkat yang tertinggi dengan naiknya harga memacu masyarakat untuk menanam dan menyadap karet seagai peganti lada. Untuk perkembangan perkebunan karet di Kecamatan Puring Kencana perlu peremajaan kembali dengan mengutamakan produksi karet unggul.

Untuk itu perlu perhatian khusus pemerintah untuk mengalokasikan bantuan bibit karet unggul sehingga perencanaan Kecamatan Puring Kencana seagai sentral perbkebunan dapat tercapai dengan maksimal untuk merebut peluang pasar Negara bagain Sarawak Malaysia.

Luasnya lahan yang tidak tergarap oleh masyarakat (lahan tidur) memungkinkan untuk dikembangkan disektor perkebunan sawit dan karet unggul dangan kapisitas 10.000 - 20.000 Ha. Lahan-lahan tersebut sebagian besar bekas ladang masyarakat dan hutan yang telah ditebang oleh para pelaku illegal loging dengan kerusakan hutan yang yang cukup tinggi. Pemanfaatan lahan yang tepat baik untuk sektor perkebunan juga untuk menghindari tingkat erosi khususnya didaerah perbukitan. Sawit dan karet adalah salah satu pilihan sektor perkebunan terbaik untuk daerah perbatasan dengan melihabt kondisi wilayah yang berukit-bukit dengan skala kemiringan 10 sampai 20 0 .

Beberapa kendala, hambatan dan permasalahan dalam sektor perkebunan yang selama ini ditemukan di kecamatan Puring Kencana diantaranya adalah:

a. Sulitnya pemasaran hasil perkebunan ( lada dan Karet ) didalam negeri sendiri disebabkan tidak adanya prasarana dan transportasi serta para pembeli dengan harga yang sesuai di pasar Luar negeri.

b. Rendahnya kualitas komoditas tanaman perkebunan, sehingga belum mendukung secara maksimal permintaan pasar khusunya untuk permintaan ekspor dan impor.

c. Belum berkembangnya secara sinergis dan mantap hubungan kemitraan antara petani perkebunan dengan investor perkebunan.

d. Pengetahuan dan ketrampilan yang masih rendah baik dari aparat dinas instansi pemerintah terkait maupun dari petani perkebunan itu sendiri.

B. 3 PERTENAKAN

Populasi ternak yang ada di Kecamatan Puring Kencana pada 3 tahun terakhir ini menunjukan perkembangan yang cukup memuaskan. Terjadi peningkatan setiap jenis ternak khusunya dibidang unggas dan ternak babi lokal. Meningkatnya pemeliharaan ternak dibindang unggas dan ternak babi lokal disebabkan banyaknya permintaan konsumsi akan protein akan hewani terutama daging ayam ras, Ayam buras dan ternak babi lokal yang cukup tinggi dan kemudahan dalam pemeliharaan dan iklim usaha yang kondusif.

Pemeliharaan ternak yang dilakukan oleh masyarakat setempat selama ini hanya sebatas untuk dikonsumsi sendiri dan jumlahnya terbatas serta belum ada yang berorentasi untuk bisnis. Pemenuhan kebutuhan akan ternak sering didatangkan dari pasar-pasar di Sarawak khususnya daging yang secara langsung dijual oleh para pengusahaan ternak ke dusun-dusun di wilayah Puring Kencana.

Disamping ternak baik unggas, sapi merupakan primadona yang banyak dipelihara oleh masyarakat khususnya disekitar desa Prapau Jaya dan desa Air Mancur. Kebutuhan daging sapi banyak diminati oleh masyarkat di Sarawak dengan permintan yang cukup besar . Peluang ini belum dimanfaatkan secara baik oleh masyarakat dengan melakukan pengembangan ternak . Pemeliharaan hanya dilakukan sebatas untuk pekerjaan sampingan selain bertani. Dengan luas lahan dan banyaknya rumput untuk pakan ternak sapi, seharusnya memicu masyarakat untuk mengebangkan ternak sapi yang tidak terlalu memerlukan biaya yang banyak dan tinggi untuk mengembangkan peternakan sapi di kecamatan puring kencana. Disamping itu peluang pasar sangat menjajikan di Sarawak, sepantasnya kecamatan Puring Kencana diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan bibit sapi dan dijadikan sentral pengebangan ternak dalam jumlah yang cukup besar.

Beberapa kendala, hambatan dan permasalahan dalam pengembangan sektor pertenakan yang telah dilaksanakan di Kecamatan Puring Kencana, diantaranya:

a. Cara bertenak yang masih tergolong tradisional dan belum maksimal dalam menerapkan cara-cara yang dianjurkan dalam program panca usaha Tani.

b. Belum memadainya sarana dan prasarana penunjang kegiatan usaha perternakan.

c. Kurangnya modal bagi pertenak dalam mengembangkan usahanya.

d. Kelembagaan petani ( kelompok tani ) belum berfungsi dengan baik.

e. Kualitas sumber daya manusia yang masih rendah dimana pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki masih kurang dalam pengembangan ternak.

f. Belum tergarap ada bimbingan dari lembaga terkait.

B. 4 KEHUTANAN

Sektor kehutan merupakan sektor andalan di Kecamatan Puring Kencana selama lima tahun terakhir ini . Hal ini terlihat sejak tahun 2002 sampai 2005 , produksi kayu yang keluar dari kecamatan Puring Kencana cukup besar menuju Sarawak Malaysia. Pengolahan dikerjakan masyarkat bekerja sama dengan para pengusaha asal Malaysia dengan motif illegal loging ( tanpa izin ).

Hasil hutan selain kayu adalah rotan, damar dan gaharu yang secara langsung dikerjakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain memenuhi kebutuhan sendiri, hasil hutan tersebut dijual ke pasar Sarawak dengan harga yang cukup memadai. Namun seiring dengan habisnya hutan ( kayu ) jenis hasil hutan lainnya semakin sulit didapatkan dan cendrung musnah .

Dari luas Kecamatan Puring Kencana 448,55 KM2, 80 % lahan dapat dikatagorikan gundul. Disamping itu terdapat kawasan hutan lindung Gunung Tutop, kawasan hutan lindung Bukit Melapi, dan kwasan hutan lindung Bukit Prapau. Namun sebagian besar hutan lindung tersebut telah dibabat hutannya oleh masyarakat dan para pengusaha kayu asal Malaysia.

B. 5 PERTAMBANGAN

Sektor pertambangan di Kecamatan Puring kencana sebenarnya tercatat memiliki potensi yang cukup besar. Diantaranya ditemukan berapa sumber pertambangan batu bara, emas, minyak bumi dan batu kapur. Emas didunga terbanyak berada disekitar Kantuk Asam memanjang sampai ke Melancau berhulu di sungai Empanang sungai Tutop, disamping itu terdapat sekitar bukit melapi di hulu sungai beruarara berbatasan dengan Kabupaten Sintang.Sedangkan batu bara ditemukan hampir seluruh wilayah Kecamatan Puring Kencana, yang terbanyak ditemukan sesuai dengan hasil penetian oleh PT Kalimantan adalah sekitar Desa Laja Sandang dan memanjang sampai ke wilayah desa Prapau.

Berapa Perusahaan yang telah mendapat izin eksploitasi dan eksplortasi tambang batu bara :

a. PT UMI Kalimantan kategori izin Eksploitasi

b. PT. Putra Puring Persada Kategori Izin Eksplortasi

c. PT. Multi dimensi Kencana kategori Izin Eksplortasi

d. PT. Nadia Engko kategori Izin eksplortasi

e. PT. Laser Sagita kategori Izin Eksploras

B.6. PARIWISATA

Pengembangan kepariwiasataan terkait dengan program lintas sektoral. Semua program prioritas secara langsung maupun tidak langsung memiliki kaitan sangat erat dengan sektor pariwisata dan umunya menjadi penunjang utama kegiatan pariwisata, seperti perhubungan, keamanan, imigrasi, perindustrian dan perdagangan serta unsur- unsur lain.

Pembangunan kepariwisataan memiliki arti penting dalam memantu kesempatan berusaha, lapangan pekerjaan, meningkatnya pendapatan masyarakat dan Pemerintah, mendorong kelestarian budaya dan tak kalah pentingnya adalah mendorong peningkatan dan pertumbuhan diberagai sektor.

Oyek wisata di Kecamatan Puring Kencana dapat dikategorikan sebagai ojek wisata alam dan budaya.ojek wisata alam yang sering dikunjungi oleh para turis baik domestic maupun luar negeri , diantaranya ;

a. Wong Bandam / Air Terjun di Sungai Antu

b. Wong Ran / Air Terjun di Jaung

c. Bukit Tutup di Melancau

d. Bukit Melapi di Sungai Antu

e. Bukit Perapau di Merakai Panjang

Sedangkan obyek wisata Budaya meliputi rumah-rumah betang seperti rumah betang Sungai Mawang, rumah betang Sungai Biruk, rumah betang Merakai Panjang, rumah betang Kedang, rumah betang Kedumbik, rumah betang Kantuk Asam, rumah betang Kersik Bungai, rumah betang Kantuk Balau, rumah betang Kantuk Aping dan rumah betang Kantuk Bunut.

Melihat beragai potensi wisata tersebut di atas, pihak pemerintah daerah Kabupaten Kapuas Hulu yang dalam hal ini dinas kepariwisataan perlu melakukan berbagai upaya pengengembangan dan pembinaan terhadap berbagai sarana dan prasarana infrastruktur sebagai penunjang dibidang pariwisata dalam rangka penyedian dan pengembangan baik kualitas maupun kuantitas sarana prasarana pariwisata serta pasilitas umum lainnya sebagai penunjang kegiatan pariwisata perlu di ikuti pula dengan kegiatan berbagai promosi keberbagai daerah bahkan ketingkat internasional mengenai potensi wisata yang dimiliki oleh Kabupaten Kapuas Hulu umumnya dan khususnya obyek wisata di Kecamatan Puring Kencana khususnya, peluang kunjungan wisata kekecamatan Puring Kencana sangat besar sehubungan letak Kecamatan Puring Kencana yang beratasan langsung dengan Negara tetangga Malaysia.

1 komentar:

Unknown mengatakan...

bang... apa bisa di manfaatkan air terjunyang ada di dusun Wong Ran desa langau untuk pembangkit listrik tenaga air yang sederhana guna menerangi masyarakat di desa langau terutama di perbatasan
terima kasih