Kamis, 13 November 2008

Galeri Photo,...




PERMASALAHAN – PEMASALAHAN YANG DIHADAPI

PERMASALAHAN – PEMASALAHAN YANG DIHADAPI
A. BIDANG KEMASYARAKATAN
Dalam rangka melaksanakan tugas-tugas umum pemerintah khusnya yang menyangkut pelayanan kepada masyarakat, aparat pemerintah dituntut mampu memberikan pelayanan yang baik terutama yang menyangkut kepentingan umum.
Dinamika kehidupan masyarakat yang dipengaruhi oleh arus gloalisasi dan teknologi membuat perubahan yang sangat drastis dalam kehidupan masyarakat. Berbagai tuntutan dan keperluan, membuat aparat pemerintah harus bekerja keras untuk memenuhi tuntutan tersebut, yang setiap lapisan masyarakat keperluan yang diinginkan bereda-beda tergantung dengan kondisi daerah tersebut.
Masyarakat yang tinggal dan hidup diperbatasan mempunyai karakter yang bereda dengan masyarakat lainya di Kaupaten Kapus Hulu. Kondisi masyarakat perbatasan banyak di pengaruhi oleh tatanan kehidupan di Negara Sarawak Malaysia. Hal ini disebabkan oleh sebagian besar keutuhan masyarakat perbatasan sangat tergantung pada Negara tersebut. Disamping itu juga letak yang memungkin untuk mereka melakukan kegiatan perekonomian sehubungan dengan persamaan Ras yaitu sama-sama suku IBAN. Antara masyarakat Indonesia dan masyarakat Malaysia yang hidup di sekitar perbatasan masih terdapat hubungan darah yang sangat dekat dan sulit dipisahkan, saling kunjung mengunjungi antara sesama mereka sudah lazim dilakukan setiap hari.
Masyarakat di Kecamatan Puring Kencana lebih banyak mengadu nasib di Sarawak, maka pada musim tertentu anggota masayarakat yang pada usia produktif banyak mencari kerja di Sarawak dan kebanyakan bekerja sebagai buruh diparik, perumahan (buruh bangunan ) maupun diperkebunan. Kondisi ini dilakukan setiap awal dan akhir tahun, dan tidak sedikit yang menetap bertahun – tahun di Sarawak Malaysia.
Di sisi lain ditemui permasalahan bahwa hampir 30% penduduk mempunyai identitas di Negara Malaysia. Dengan adanya Identitas dari Negara Malaysia yang di miliki oleh penduduk di wilayah Kecamatan Puring Kencana untuk mempermudahkan mereka mencari pekerjaan di Sarawak dan tidak jarang mereka kawin dan mempunyai keluarga serta menetap di Malaysia.
Disamping itu ditemui kendala, susahnya masyarakat menerima hal-hal yang baru yang berkaitan dengan pembangunan dan kebudayaan dari luar. Budaya lama yang masih kental dipertahankan masyarakat menyebabkan mereka sulit berkembang dan mudah dipengaruhi oleh pihak lain. Masih ada anggapan bahwa para pendatang yang bermukim di kampungnya tidak mempunyai hak untuk berbicara terkadang termasuk aparat pemerintah. Hal ini mengindikasikan bahwa akbiat terlalu kuatnya budaya-budaya lama yang dipertahankan masyarakat, maka mereka sulit menerima perubahan yang datang dari luar ditambah dengan karakter masyarakat yang keras dan setiap permasalahan selalu diselesaikan dengan kekerasaan.
Kurang berfungsinya lembaga adat, sehingga hukum adat yang berlaku tidak diterapkan sebagai mana layaknya hukum adat di daerah lain.

B. BIDANG PENGEMANGAN
Pengalaman pembangunan daerah pada masa lalu menunjukan bahwa berbagai kelemahan dalam penyelenggaran tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan umum terhadap masyarakat masih begitu banyak terjadi dan hampir meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat yang menuntut anggapan beragai kelemahan dan permasalahan yang sangat sulit terkait satu sama lain, menjadi semakin sulit dengan adanya krisis yang berkelanjutan dengan perekonomian yang berkelanjutan Secara Nasional. Kenaikan harga BBM, lemahnya nilai tukar rupiah dan banyak lagi permasalahan ekonomi yang tidak dapat terselesaikan dengan baik.
Kesenjaan perkembangan antar wilayah dalam suatu sistem perwilayahan adalah masalah makro yang utama sebagai dasar penyusunan konsep rencana struktur tata ruang wilayah mendatang. Penyusunan konsep, yang kemudian di jelaskan, dengan rencana tata ruang wilayah sebenarnya diharapkan mampu memjawab atau paling tidak menekan seminimal mungkin terjadinya kesenjangan antar wilayah lain. Hal ini terlihat dengan jelas kesenjangan yang terjadi antar wilayah selatan dan wilayah jalur Kapuas diandingkan dengan wilayah Lintas Utara dalam hal ini khususnya Kecamatan Puring Kencana.
Pelaksanaan pembangunan daerah diharapkan mampu terjangkau dan merata diseluruh wilayah dimana hasil-hasil pembangunan juga diharapkan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat. Pembangunan daerah diarahkan untuk mengembangkan daerah dan menyerasikan laju pertumbuhan antar wilayah, antar kota dan desa, antar sektor serta percepatan pembangunan daerah tertinggal dan terpencil melalui pembangunan yang serasi dan terpadu yang disesuaikan dengan rencana tata ruang wilayah, potensi dan prioritas daerah, sehingga terwujud pola pembangunan yang merupakan perwujudan perataan dan kesempatan yang sama dengan yang lain.
Masih minimnya pembangunan yang diarahkan didaerah peratasaan khususnya Puring Kencana, maka daerah tersebut masih dikatergorikan sebeagai daeah tertinggal dan terpencil. Kurangnya prasarana trasportasi menyebabkan hubungan antara wilayah baik di wilayah perbatasaan maupun ke ibukota Kabupaten sangat sulit dilakukan, khususnya untuk mendapat informasi dan komunikasi dengan pihak luar sangat sussah.
Semenjak berdirinya Kecamatatan Puring Kencana sampai sekarang, alokasi pembangunan yang baru dibangun hanya jalan yang menghubungkan antara Nanga Kantuk (Kecamatan Empanang) dan sungai Antu (Kecamatan Puring Kencana) dengan kondisi jalan tanah dan Batu besar, sedangkan disektor lain masih minimnya pihak Dinas Intasi yang mengalokasikan program untuk percepatan pembangunan di daerah Puring Kencana.
Sebagai Kecamatan yang terletak didaerah perbatasaan selayaknya mendapat perhatian penuh dari pihak pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Pusat untuk mempercepat pembngunan, sehingga Kecamatan Puring Kencana tampak muka Negara Indonesia terhadap Negara tetangga Malaysia yang menjadi tolak ukur tingkat kemajuan pembangunan di Negara Indonesia.
Akibat kurangnya prasarana dan sarana pembangunan di wilayah Kecamatan Puring Kencana menyebabkan sulitnya bagi aparat pemerintah Kecamatan untuk melakukan pembinaan dan pelayanan kepada masyarakat di tambah lagi tidak adanya fasilitas yang mendukung kelancaran pelaksaan tugas pemerintahan Kecamatan. Fasilitas pemerintah yang ada hanya baru Kantor Camat satu buah, perumahan Dinas Camat satu buah, perumahan Dinas Sekcam satu buah, Kendaraan Roda dua (Sepeda Motar Dinas Camat) hanya satu buah sehingga sangat menyulitkan dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat, sedangkan fasilitas lain sepertinya belum ada perhatian dari pemerintah Kabupaten secara khusus.
Untuk percepatan pembangunan di Kecamatan Puring kencana perlu dialokasikan program khusus yang menyangkut perancanaan pembangunan diberbagai bidang baik melalui APBD Kabupaten, APBD Propinsi dan APBN dengan program percepatan pembangunan wilayah perbatasaan.

C. BIDANG PEMERINTAHAN
Sejak pembangunan dilancarkan selama beberapa periode dirasakan bahwa peningkatan pembangunan tidak diimbangi secara optimal dengan penigkatan kemampuan administrasi pembangunan dalam arti luas yang mencakup kelembagaan, kemampuan personil kualitatif dan kuntitatif, prosedur administrasi yang belum mapan, serta kesadaran berkoordinasi masih rendah antar instansi yang ada di wilayah Kecamatan Puring Kencana. Dalam rangka mewujudkan pemerintah yang bersih dan baik ( Good Governace ), langkah atau upaya jangka pendek di bidang lembaga atau aparatur pemerintahnan yang harus dilaksankan oleh pemerintahan disegala tingat sebagaimana yang di gariskan dalam undang- undang Nomor : 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah, adalah mencakup 3 aspek Pokok yakni : Kelembagaan, Ketatalaksaan dan Sumber Daya Manusia. Dalam uapaya peningkatan kapasitas kelembagaan yang menyangkut mekanisme kerja, struktur organisasi dan peraturan perundang-undangan yang memadai, maka sasaran yang ingin dicapai adalah tersusunnya struktur yang tepat. Kinerja kelembagaan yang tinggi, terbangunnya hubungan kerja antar organisasi di lingkungan pemerintah daerah, antara organisasi pemerintah dengan masyarakat serta terciptanya pemerintah yang bersih, baik dan berwibawa.
Peningkatan kapisitas aparatur pemerintah daerah meliputi peningkatan kualitas pelayanan aparatur, profesionalisme SDM dan kesejahteraan melalui pendidikan dan pelatihan formal maupun non formal serta memberlakukan sistem karil dan prestasi dengan mendasarkan pada prioritas peningkatan efisiensi aparatur pemerintah serta peningkatan dan pengembangan karil/prestasi termasuk peningkat displin Pegawai Negeri Sipil. Dengan demikian nantinya akan tersedia aparatur pemerintah daerah yang berkualitas, professional, berwawasan jauh kedepan serta sesuai dengan kebutuhan tugas dan wewenang masing-masing.
Disamping itu, dalam rangka mengefektifitas rentang kendali pemerintahan di Kecamatan Puring Kencana perlu ditindak lanjuti pemekaran wilayah terutama pemekaran Dusun dan Desa yang ditunjang dengan penyediaan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan masing-masing daaerah.
Minimnya jumlah aparat pemerintah yang bertugas di kecamatan Puring Kencana menyulitkan untuk mengadakan pembinaan kepada masyarakat, dengan luas wilayah yang tidak seimbang dengan jumlah pegawai yang ada di Kantor Camat Puring Kencana sebanyak 15 orang dengan jabatan definitive 11 orang termasuk Camat. Banyak tugas yang harus diemban oleh pemerintah Kecamatan ditambah dengan pelimpahan kewenangan Bupati Kepada Camat, menamah beban tugas yang akhirnya tidak dapat dilaksanakan dengan baik dikarenakan tidak disertainya dengan sarana dan prasarana untuk pelaksanaan tugas pegawai di Kecamatan Puring Kencana. Serta urusan-urusan yang telah menjadi kewenang Kecamatan tidak dapat terbagi habis yang disebabkan kurangnya tenaga staf yang seharusnya setiap kecamatan minimal staf yang bertugas sebanyak 21 orang sehingga semua urusan dapat terbagai habis.
Disamping itu kurang berfungsinya aparat pemerintah Desa dimulai dari Kepala Desa sampai dengan Kepala Dusun menyebabkan semua tugas yang langsung berhadapan dengan masyarakat mengalami banyak hambatan. Tingkat pendidikan disini menjadi tolok ukur yang sangat penting, dimana rata-rata pendidikan yang dimiliki oleh aparat pemerintah desa di Kecamatan Puring Kencana kebanyakan tidak tamat SD. Dengan adanya Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 dan PP Nomor 72, yang mengatur tentang Pemerintahan desa, diharapkan kedepannya pemerintahan desa dapat menjalankan fungsi dan tugasnya dengan baik.
Disisi lain Dinas/Instansi ditingkat Kabupaten yang mempunyi wilayah binaan di Kecamatan belum menugaskan aparat petugas lapangan di Kecamatan, sehingga beban tugas yang seharusnya menjadi tugas Dinas/Instansi masing-masing pada akhirnya menjadi beban Camat dalam penyelesaian.

KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN

KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN

Setiap usaha pembangunan memerlukan keadaan yang aman dan tertib agar dapat menjamin kelangsungan dan keberhasilan pembangunan. Kondisi ini mutlak harus diciptakan karena merupakan prasyaratan dalam pelaksanaan pembangunan. Kebijakan dalam bidang keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat lebih diutamakan pada upaya pencegahan dan penangulangan terhadap sumber ancaman melalui upaya pembinaan , yang tentu saja menjadi tanggung jawa bersama-sama antara masyarakat dan aparat keamanan. Tujuan dibidang keamanan dan ketertiban masyarakat adalah untuk menciptakan iklim yang dapat memberikan suasana yang tertib, aman tentram dan damai bagi seluruh lapisan masyarakat dalam rangka mewujudkan stabilitas di sekitar perbatasan.

Dalam kurun waktu tiga tahun ini keadaan stabilitas dan keamanan di wilayah Kecamatan Puring Kencana tidak mengalami gangguan yang bearti dapat mengancam stabilitas nasional. Untuk mengantisipasi hal-hal tersebut maka mulai tahun 2005 disekitar perbatasan antara Indonesia dan Malaysia telah ditempatkan TNI yang tergabung dalam LIBAS dengan membuka Pos-Pos LIBAS seperti di Langau, Merakai Panjang, Kantuk Asam dengan jumlah personil sebanyak 60 orang. Disamping itu terdapat Pos Perintis yang terdapat di Kantuk Asam.

DiKecamatan Puring Kencana juga telah berdiri Kantor dan Perumahan Koramil yang lengkap dengan personilnya, Kantor dan perumahan Polsek yang lengkap dengan anggotanya.

SOSIAL BUDAYA

SOSIAL BUDAYA
Aspek sosial budaya yang penting dalam suatu perencanaan pembangunan suatu daerah diantaranya adalah kondisi mengenai bidang kependudukan dan tenaga kerja, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial dan lain sebagainya berikut perkembangan aspek tersebut di atas, di kecamatam Puring Kencana selama kurun waktu 3 tahun terakhir ini.




C.1. KEPENDUDUKAN
Modal dasar pembangunan suatu daerah yang penting berkompetensi secara ekonomi, salah satunya banyaknya penduduk yang berfungsi sebagai penyediaan tenaga kerja. Akan tetapi meskipun besar secara kuantitas saja tidak cukup membantu peningkatan pembangunan karna tidak akan bermanfaat jika tidak diimbangi dengan kualitas yang cukup besar pula hal ini berarti penduduk yang berjumlah besar dapat menjadi modal pembangunan, tetapi penduduk yang besar dapat pula menjadi beban pembangunan apabila penduduk tersebut memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi (kualitas rendah).beban ketergantungan dapat dilihat dari struktur umur dan potensi penduduk produktif dapat diketahui dari jumlah tenaga kerja.
Dalam mencapai tujuan pembangunan yang diharapkan, faktor sumberdaya manusia yang kuat, handal dan berkualitas sangat di perlukan. Seperti yang tengah terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, di mana ada daerah yang memiliki jumlah penduduk yang cukup besar namun sumber daya yang di milikinya tidak mampu berasing atau mengikuti perkembangan teknologi, sehingga berapapun kemajuan yang telah dicapai kurang dapat diterima dengan baik, ditambah lagi saat ini yang menjadi masalah krusial adalah semakin bertambahnya jumlah angka pengganguran pada usia produktif.
Berdasarkan hasil regestrasi penduduk pada akhir bulan Mei 2007, jumlah penduduk Kecamatan Puring Kencana berjumlah 2.288 jiwa yang dapat dilihat pada tabel berikut :









Dengan luas wilayah yang mencapai 44.855 Ha atau 448,55 KM2, Kecamatan Puring Kencana memiliki kepadatan penduduk sebesar 6 jiwa/ km2, yang berarti secara hitungan angka menunjukan bahwa dalam setiap wilayah 1 km2 di huni oleh 6 penduduk. Hal ini mengambarkan kepadatan penduduk di kecamatan Puring Kencana masih relatif sangat kecil yang artinya masih banyak sekali tanah atau areal kosong dan merupakan potensi pembangunan yang dapat digarap dan diolah untuk kegiatan produksi khususnya dibidang pertanian dan perkebunan yang merupakan sektor utama dalam pembangunan di daerah ini yang berstatus daerah pedalaman/ terpencil.

C.2 KESEHATAN DAN KELUARGA BERENCANA
Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta kualitas kehidupan dan usia harapan hidup, meningkatkan kesajahteraan keluarga dan masyarakat serta untuk mempertinggi kesadaraan masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat.
Untuk melihat dan menilai kinerja sektor kesehatan di Kecamatan Puring Kencana pada tahun 2002-2006 dapat dilihat melalui perkembangan berapa Indicator, diantaranya perkembangan sarana prasarana kesehatan, tenaga kesehatan dan indicator derajat kesehatan masyarakat dalam wilayah kecamatan puring kencana.
Kebijakan pemerintah dbibidang kesehatan berupa penyediaan berbagai sarana dan prasarana kesehatan merupakan salah satu usaha untuk memperbaiki kesajahteraan masyarakat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Adanya parsitipasi aktif, dari pihak masyarakat untuk turut mendukung peningkatan upaya pembangunan dan pengembangan sektor kesehatan ini tercermin dari semakin banyaknya jumlah posyadu yang tersebar hampir diseluruh kampong/ Dusun di kecamatan Puring Kencana.
Salah satu program pemerintah dalam upaya pelayanan kesehatan dasar masyarakat adalah penyediaan fasilitas sarana kesehatan berupa pendirian Puskesmas Perawatan dan Puskesmas Pemantu. Lewat program yang telah dijalankan, ini diharapkan dapat menjawab dan mengatasi kendala yang selama ini, yakni kurangnya pelayanan kesehatan terhadap masyarakat khususnya perlengkapan medis dipuskesmas induk maupun puskesmas pembantu serta kurangrnya tenaga kesehatan terutama Dokter.








elanjutanya mengenai tenaga kesehatan yang bertugas di Kecaamtan Puring Kencana selama tiga tahun terakhir ini menunjukan peningkatan, hal tersebut terlihat dari jumlah Puskesmas Induk maupun Puskesmas Pembantu sudah terisi dengan tenaga medis walaupun jumlah paramedis dan fasilitas yang sangat terbatas. Namun hal ini menunjukan adanya keseriusan pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat.
Secara keseluruhan, berdasarkan uraian tersebut di atas, beberapa permasalahan, kendala dan hambatan yang dijumpai dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kecamatan Puring Kencana, diantaranya adalah:
1. Luas dan kondisi geografis Kecamatan Puring Kencana, menyebabkan jangkauan pelayanan kesehatan masih relatip sangat minim.
2. Terbatasnya sarana dan prasarana kesehatan maupun tenaga kesehatan yang tersedia.
3. Masih rendah atau kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan.

C.3. PENDIDIKAN
Titik berat pembangunan pendidikan mengutamakan pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan Dasar dan Menengah serta menggalakkan pelaksanaan wajib belajar 9 tahun sesuai dangan perkembangan tuntutan pembangunan potensi daerah.
Dalam pembangunan pendidikan, seluruh modal dasar pembangunan didayagunakan, terutama penduduk yang jumlahnya besar sebagai SDM yang yang pontensial dan produktif bagi pembangunan daerah. Salah satu usaha yang sedang digalakan pemerintah dibidang pendidikan dalam mengimbangi pertambahan penduduk, khususnya usia sekolah adalah menyediakan sarana fisik pendidikan dan tenaga guru yang memadai. Hal ini perlu terus ditingkatkan dalam rangka pencapaian salah satu tujuan pembangunan nasional, yakni mencerdaskan, kehidupan bangsa.
Pendidikan dikecamatan puring Kencana selama kurun waktu tiga tahun ini menunjukan suatu peningkatan dari tahun sebelumnya, dimana pada tahun 2004 telah dibangun Gedung serta perumahan Sekolah Menengah Tingkat Pertama ( SMPN 1 Puring Kencana ), dengan fasilitas yang agak memadai. demikian juga gedung SD sudah ada yang di rehabilitasi.
Namun dari segi tenaga pendidik (guru) baik tingkat SD maupun tingkat SMP masih terdapat kekurangan tenaga pengajar. Kalau hal ini terus dibiarkan oleh pemerintah khusunya Dinas Pendidikan Kaupaten Kapuas Hulu, maka peningkatan sumber daya manusia di kecamatan Puring kencana akan tidak dapat tercapai. Dan hal ini akan mengindikasikan bahwa mutu pendidikan di kecamatan Puring Kencana akan jauh tertinggal bila di badingkan dengan kecamatan-kecamtan lainnya (seusianya) di Kabupaten Kapuas Hulu.
Untuk mengatasi kekurangan tenaga guru khususnya ditingkat SD, pihak kecamatan mempunyai program yaitu pengabungan SD-SD yang jaraknya terdekat, dimulai dari kelas 4, 5 dan 6 disetiap sekolah untuk dijadikan satu pada sekolah yang telah ditentukan (sekolah Induk). Adapun yang telah dimulai penggabunganya adalah SDN 01 Sungai Antu, SDN 02 Langau , dan SDN 03 Sungai Mawang akan bergabung ke SDN 01 Sungai Antu. Untuk lebih jelas mengenai pengabungan ini, dapat dilihat pada tabel diawah ini :





Penggabungan SD-SD tersebut di atas bertujuan untuk leih meningkatkan mutu pendidikan dan mengatasi kekurangan tenaga pengajar yang selama ini menjadi kendala rendahnya mutu pendidikan di Kecamatan Puring Kencana. Kemudian untuk SD-SD yang digabungkan tetap membuka ruang kelas hanya untuk kelas 1, 2, dan 3, sehingga suatu saat SD tersebut hanya berstatus sebagai Sekolah kecil. Sehubungan jauhnya jarak tempuh tiap dusun dan sulitnya trasportasi, maka perlu dibangun asrama murid setiap SD Induk, sehingga tidak menyulitkan orang tua untuk menyekolahkan anaknya.
Mengenai Fasilitas pendidikan di Kecamatan Puring Kencana, untuk jelasnya dapat dilihat pada tabel di awah ini.
Dilihat dari rasio tingkat pendidikan masyarakat secara umum di kecamatan Puring Kencana dapat diambil kesimpulan bahwa rata- rata pendidikan yang di miliki oleh anggota masyarakat yang terbesar adalah tidak tamat Sekolah Dasar. Hal ini terlihat dari banyaknya anggota masyarakat yang pandai membaca dan menulis kurang leih 20 % dari jumlah penduduk, 40 % tidak tamat sekolah dasar, 31 % Tamat sekolah dasar, 3% Tidak tamat SLTP, 2% tamat SLTA/ sederajat. 1 % Tamat DIII, 0,5 Melanjutkan diperguruan tinggi, 0,5 Tamat S1.
Dengan demikian untuk mengatasi hal tersebut di atas, maka perlu di galakan program pendidikan luar sekolah yang terhimpun dari paket A dan paket B, Sehingga Sumber Daya Manusia diperbatasaan tidak ketinggalan jauh dari daerah-daerah lain. Apalagi kalau kita bandingkan dengan tingkat pendidikan di Negara tetangga Malaysia yang tingkat pendidikannya rata-rata di atas tamatan SLTA.
C.4 KEAGAMAAN
Pembangunan dibidang keagamaan perlu semakin ditingkatkan sehingga terbina kualitas keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, terjalin dan tercipta kerukunan kehidupan antar umat bernegara yang saling menghormati satu sama lain. Pada akhirnya diharapkan terciptanya suasana yang damai dan harmonis sebagai perwujudan rasa persatuan dan kesatuan yang kuat dan utuh.
Sehubungan dengan penciptaan Suasana kehidupan masyarakat yang lebih demokratis dan saling menghargai antar pemeluk agama yang ada, pembinaaan dari aparat pemerintah perlu terus digalakan dengan mengatifkan dialog antar umat beragama sehingga masalah-masalah yang krusial dapat diselesaikan secara damai dan bijaksana.
Masyarakat di Kecamatan Puring Kencana Seagian besar memeluk agama Katolik yaitu 90%, yang memeluk agama Kristen protestan 9 %, dan selebihnya yaitu sekitar 1% memeluk agama islam. Penduduk yang memeluk agama islam kebanyakan adalah pendatang yaitu para Pegawai Negeri yang di tugaskan di Puring kencana serta anggota masyarakat pindah karena kawin, pedagang dan lain sebagainya.
Disamping aparatur pemerintahan yang bertugas di Kantor Camat Puring Kencana dan untuk meningkatkan pelayanan dan pembinaan pada masyarakat, terdapat aparat dari Dinas Teknis daerah yang ditugaskan pada Kecamatan Puring Kencana, seperti :
a. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura 1 orang
b. Petugas imigrasi dan Bea Cukai.

GAMBARAN UMUM 2

B.1. PERTANIAN

Sarana pembangunan pertanian yang mencakup sektor pertanian tanaman pangan dan hortikultura, diupayakan pada pencapaian kondisi pertanian yang tangguh yang mampu secara optimal memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia serta modal guna meningkatkan kesajahteraan masyarakat, khususnya kesajahteraan petani. Dengan kondisi daerah yang berukit-bukit disertai dengan tingkat kesuburan tanah yang tinggi, maka kecamatan Puring Kencana sangat potensial untuk dikembangkan pertanian tanaman pangan dan hortikultura yang mengarahkan pada agroisnis.

Kondisi ini sangat di dukung oleh letak Kecamatan yang berbatasaan dengan Negara tetangga Sarawak Malaysia, peluang pasar sangat besar apabila di kecamatan puring kencana dapat dijadikan sentral pertanian makro. Permintaan pasar di Negara bagian Sarawak Malaysia terhadap hasil pertanian masyarakat terutama sayur-sayuran dan buah-buahan sangat tinggi, hal ini terbukti dengan banyaknya permintaan terhadap hasil pertanian yang dijual masyarakat ke pasar Sriaman dan sekitarnya.

Pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikultura khususnya di Kecamatan Puring Kencana agar dapat terus ditingkatkan dalam rangka mencapai suasembada pangan, meningkatkan pendapatan petani serta memperbaiki gizi masyarakat melalui penganekaragaman jenis bahan pangan dengan meningkatkan produktifitas dan pemanfataan lahan kering. Sasaran peningkatan produksi pertanian di kecamatan Puring Kencana diupayakan dapat diarahkan pada usaha itensifikasi, eksentifikasi serta rehailitasi, dimana usaha ini perlu dilanjutkan dan ditingkatkan secara terpadu disesuaikan dengan kondisi dan potensi serta tetap memperkhatikan kelestarian lingkungan dan sumber daya alam.

Selain jenis tanaman padi, jenis produk tanaman pertanian lainnya yakni tanaman palawija seperti jagung, ubi kayu, ubi jalar menunjukan perkemangan yang cukup beragam dan menjanjikan. Secara keseluruhan baik Produksi, luas panen maupun produktivitas tanaman palawija tersebut mengalami peningkatan selama tiga tahun terakhir ini. Dari jenis tanaman Palawija yang ada tersebut, jenis tanaman ubi kayu dan ubi jalar serta tanaman Jagung memiliki tingkat Produktifitas yang cukup tinggi di bandingkan dengan tanaman palawija lainnya.

Beberapa kendala dan permasalahan dalam bidang pertanian tanaman pangan yang ditemukan di Kecamatan Puring Kencana, di antaranya adalah:

a. Masih terdapat anggapan masyarakat yang menyatakan bahwa menjadi petani merupakan golongan masyarakat rendah, sehingga menurunkan minat masyarakat terutama orang muda untuk menangani sektor ini sebagai usaha mereka.

b. Kurangnya tenaga penyuluh pertaniaan dari dinas instansi pertanian itu sendiri yang mampu memberikan inforbmasi dibidang pertanian secara umum, petugas yang ada di kecamatan Puring Kencana dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2006 hanya 1 ( satu ) orang yang bertugas PPK merangkap PPL.

c. Produktifitas yang masih rendah dibandingakn dengan daerah-daerah lainya akibat kurangnya penguasaan dan penerapan teknologi yang optimal, yang tidak saja disebabkan juga oleh rendahnya kualitas sumber daya manusianya, namun disebabkan juga oleh faktor permodalan untuk ikut berusaha.

d. Investasi yang relatif masih minim pada bidang usaha pertanian tanaman pangan karena risikonya yang cukup tinggi yang kurang menjamin keberhasilan terhadap pengembalian modal atau keuntungan yang dapat diperoleh.

e. Kebijakan Pelik yang berhubungan dengan pelayanan relatif belum banyak berpihak kepada masyarakat tani di perbasaan, di karenakan masih bersifat persial dan belum terkordinasi dengan baik antara instansi yang ada di kecamatan Puring Kencana.

f. Kurang tersedianya Fasilitas sarana dan prasana untuk Petugas Pertanian dalam menjalankan fungsi dan tugasnya.

g. Kelembagaan petani ( Kelompok Tani ) belum berfungsi dengan baik serta belum maksimalnya petani dalam menerapkan Panca Usaha Tani.

B.2. PERKEBUNAN

Program di sektor perkebunan yang telah dilaksanakan selama ini pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan produksi komoditas ekspor serta pemenuhan terhadap perkebunan akan industri di daerah melalui upaya-upaya pengembangan perkebunan rakyat secara terpadu.

Kondisi pertumbuhan sektor perkebunan di kecamatan Puring Kencana pada saat ini mengalami kemunduran dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini terlihat jelas pada aktifitas masyarakat sudah mulai menurun, yang dulunya dengan giatnya seluruh masyarakat berkebun lada. Namun setelah harga turun ketingkat paling rendah, hampir semua kebun lada dibiarkan masyarakat tanpa dipelihara lagi.

Selain lada, sektor perkebunan lain yang di kembangkan masyarakat yaitu perkebunan karet. Harga karet di pasar-pasar wilayah sarawah malaysia meningkat ke tingkat yang tertinggi dengan naiknya harga memacu masyarakat untuk menanam dan menyadap karet seagai peganti lada. Untuk perkembangan perkebunan karet di Kecamatan Puring Kencana perlu peremajaan kembali dengan mengutamakan produksi karet unggul.

Untuk itu perlu perhatian khusus pemerintah untuk mengalokasikan bantuan bibit karet unggul sehingga perencanaan Kecamatan Puring Kencana seagai sentral perbkebunan dapat tercapai dengan maksimal untuk merebut peluang pasar Negara bagain Sarawak Malaysia.

Luasnya lahan yang tidak tergarap oleh masyarakat (lahan tidur) memungkinkan untuk dikembangkan disektor perkebunan sawit dan karet unggul dangan kapisitas 10.000 - 20.000 Ha. Lahan-lahan tersebut sebagian besar bekas ladang masyarakat dan hutan yang telah ditebang oleh para pelaku illegal loging dengan kerusakan hutan yang yang cukup tinggi. Pemanfaatan lahan yang tepat baik untuk sektor perkebunan juga untuk menghindari tingkat erosi khususnya didaerah perbukitan. Sawit dan karet adalah salah satu pilihan sektor perkebunan terbaik untuk daerah perbatasan dengan melihabt kondisi wilayah yang berukit-bukit dengan skala kemiringan 10 sampai 20 0 .

Beberapa kendala, hambatan dan permasalahan dalam sektor perkebunan yang selama ini ditemukan di kecamatan Puring Kencana diantaranya adalah:

a. Sulitnya pemasaran hasil perkebunan ( lada dan Karet ) didalam negeri sendiri disebabkan tidak adanya prasarana dan transportasi serta para pembeli dengan harga yang sesuai di pasar Luar negeri.

b. Rendahnya kualitas komoditas tanaman perkebunan, sehingga belum mendukung secara maksimal permintaan pasar khusunya untuk permintaan ekspor dan impor.

c. Belum berkembangnya secara sinergis dan mantap hubungan kemitraan antara petani perkebunan dengan investor perkebunan.

d. Pengetahuan dan ketrampilan yang masih rendah baik dari aparat dinas instansi pemerintah terkait maupun dari petani perkebunan itu sendiri.

B. 3 PERTENAKAN

Populasi ternak yang ada di Kecamatan Puring Kencana pada 3 tahun terakhir ini menunjukan perkembangan yang cukup memuaskan. Terjadi peningkatan setiap jenis ternak khusunya dibidang unggas dan ternak babi lokal. Meningkatnya pemeliharaan ternak dibindang unggas dan ternak babi lokal disebabkan banyaknya permintaan konsumsi akan protein akan hewani terutama daging ayam ras, Ayam buras dan ternak babi lokal yang cukup tinggi dan kemudahan dalam pemeliharaan dan iklim usaha yang kondusif.

Pemeliharaan ternak yang dilakukan oleh masyarakat setempat selama ini hanya sebatas untuk dikonsumsi sendiri dan jumlahnya terbatas serta belum ada yang berorentasi untuk bisnis. Pemenuhan kebutuhan akan ternak sering didatangkan dari pasar-pasar di Sarawak khususnya daging yang secara langsung dijual oleh para pengusahaan ternak ke dusun-dusun di wilayah Puring Kencana.

Disamping ternak baik unggas, sapi merupakan primadona yang banyak dipelihara oleh masyarakat khususnya disekitar desa Prapau Jaya dan desa Air Mancur. Kebutuhan daging sapi banyak diminati oleh masyarkat di Sarawak dengan permintan yang cukup besar . Peluang ini belum dimanfaatkan secara baik oleh masyarakat dengan melakukan pengembangan ternak . Pemeliharaan hanya dilakukan sebatas untuk pekerjaan sampingan selain bertani. Dengan luas lahan dan banyaknya rumput untuk pakan ternak sapi, seharusnya memicu masyarakat untuk mengebangkan ternak sapi yang tidak terlalu memerlukan biaya yang banyak dan tinggi untuk mengembangkan peternakan sapi di kecamatan puring kencana. Disamping itu peluang pasar sangat menjajikan di Sarawak, sepantasnya kecamatan Puring Kencana diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan bibit sapi dan dijadikan sentral pengebangan ternak dalam jumlah yang cukup besar.

Beberapa kendala, hambatan dan permasalahan dalam pengembangan sektor pertenakan yang telah dilaksanakan di Kecamatan Puring Kencana, diantaranya:

a. Cara bertenak yang masih tergolong tradisional dan belum maksimal dalam menerapkan cara-cara yang dianjurkan dalam program panca usaha Tani.

b. Belum memadainya sarana dan prasarana penunjang kegiatan usaha perternakan.

c. Kurangnya modal bagi pertenak dalam mengembangkan usahanya.

d. Kelembagaan petani ( kelompok tani ) belum berfungsi dengan baik.

e. Kualitas sumber daya manusia yang masih rendah dimana pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki masih kurang dalam pengembangan ternak.

f. Belum tergarap ada bimbingan dari lembaga terkait.

B. 4 KEHUTANAN

Sektor kehutan merupakan sektor andalan di Kecamatan Puring Kencana selama lima tahun terakhir ini . Hal ini terlihat sejak tahun 2002 sampai 2005 , produksi kayu yang keluar dari kecamatan Puring Kencana cukup besar menuju Sarawak Malaysia. Pengolahan dikerjakan masyarkat bekerja sama dengan para pengusaha asal Malaysia dengan motif illegal loging ( tanpa izin ).

Hasil hutan selain kayu adalah rotan, damar dan gaharu yang secara langsung dikerjakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain memenuhi kebutuhan sendiri, hasil hutan tersebut dijual ke pasar Sarawak dengan harga yang cukup memadai. Namun seiring dengan habisnya hutan ( kayu ) jenis hasil hutan lainnya semakin sulit didapatkan dan cendrung musnah .

Dari luas Kecamatan Puring Kencana 448,55 KM2, 80 % lahan dapat dikatagorikan gundul. Disamping itu terdapat kawasan hutan lindung Gunung Tutop, kawasan hutan lindung Bukit Melapi, dan kwasan hutan lindung Bukit Prapau. Namun sebagian besar hutan lindung tersebut telah dibabat hutannya oleh masyarakat dan para pengusaha kayu asal Malaysia.

B. 5 PERTAMBANGAN

Sektor pertambangan di Kecamatan Puring kencana sebenarnya tercatat memiliki potensi yang cukup besar. Diantaranya ditemukan berapa sumber pertambangan batu bara, emas, minyak bumi dan batu kapur. Emas didunga terbanyak berada disekitar Kantuk Asam memanjang sampai ke Melancau berhulu di sungai Empanang sungai Tutop, disamping itu terdapat sekitar bukit melapi di hulu sungai beruarara berbatasan dengan Kabupaten Sintang.Sedangkan batu bara ditemukan hampir seluruh wilayah Kecamatan Puring Kencana, yang terbanyak ditemukan sesuai dengan hasil penetian oleh PT Kalimantan adalah sekitar Desa Laja Sandang dan memanjang sampai ke wilayah desa Prapau.

Berapa Perusahaan yang telah mendapat izin eksploitasi dan eksplortasi tambang batu bara :

a. PT UMI Kalimantan kategori izin Eksploitasi

b. PT. Putra Puring Persada Kategori Izin Eksplortasi

c. PT. Multi dimensi Kencana kategori Izin Eksplortasi

d. PT. Nadia Engko kategori Izin eksplortasi

e. PT. Laser Sagita kategori Izin Eksploras

B.6. PARIWISATA

Pengembangan kepariwiasataan terkait dengan program lintas sektoral. Semua program prioritas secara langsung maupun tidak langsung memiliki kaitan sangat erat dengan sektor pariwisata dan umunya menjadi penunjang utama kegiatan pariwisata, seperti perhubungan, keamanan, imigrasi, perindustrian dan perdagangan serta unsur- unsur lain.

Pembangunan kepariwisataan memiliki arti penting dalam memantu kesempatan berusaha, lapangan pekerjaan, meningkatnya pendapatan masyarakat dan Pemerintah, mendorong kelestarian budaya dan tak kalah pentingnya adalah mendorong peningkatan dan pertumbuhan diberagai sektor.

Oyek wisata di Kecamatan Puring Kencana dapat dikategorikan sebagai ojek wisata alam dan budaya.ojek wisata alam yang sering dikunjungi oleh para turis baik domestic maupun luar negeri , diantaranya ;

a. Wong Bandam / Air Terjun di Sungai Antu

b. Wong Ran / Air Terjun di Jaung

c. Bukit Tutup di Melancau

d. Bukit Melapi di Sungai Antu

e. Bukit Perapau di Merakai Panjang

Sedangkan obyek wisata Budaya meliputi rumah-rumah betang seperti rumah betang Sungai Mawang, rumah betang Sungai Biruk, rumah betang Merakai Panjang, rumah betang Kedang, rumah betang Kedumbik, rumah betang Kantuk Asam, rumah betang Kersik Bungai, rumah betang Kantuk Balau, rumah betang Kantuk Aping dan rumah betang Kantuk Bunut.

Melihat beragai potensi wisata tersebut di atas, pihak pemerintah daerah Kabupaten Kapuas Hulu yang dalam hal ini dinas kepariwisataan perlu melakukan berbagai upaya pengengembangan dan pembinaan terhadap berbagai sarana dan prasarana infrastruktur sebagai penunjang dibidang pariwisata dalam rangka penyedian dan pengembangan baik kualitas maupun kuantitas sarana prasarana pariwisata serta pasilitas umum lainnya sebagai penunjang kegiatan pariwisata perlu di ikuti pula dengan kegiatan berbagai promosi keberbagai daerah bahkan ketingkat internasional mengenai potensi wisata yang dimiliki oleh Kabupaten Kapuas Hulu umumnya dan khususnya obyek wisata di Kecamatan Puring Kencana khususnya, peluang kunjungan wisata kekecamatan Puring Kencana sangat besar sehubungan letak Kecamatan Puring Kencana yang beratasan langsung dengan Negara tetangga Malaysia.

GAMBARAN UMUM 1

GAMBARAN UMUM

A. KONDISI GEOGRAFIS

A.1. LETAK DAN LUAS WILAYAH

Kedudukan geografis Kecamatan Puring Kencana dalam kontek wilayah Kabupaten Kapuas Hulu terletak :

a. Disebelah Utara yang beratasan langsung dengan Negara Sarawak Malaysia

b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Empanang.

c. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Badau.

d. Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Sintang.

Jarak tempuh dari Kota Putussiau sebagai Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu hingga ke Sungai Antu sebagai Ibu Kota Kecamatan Puring Kencana adalah kurang lebih 259 Km melalui jalan darat.

A.2. Luas Wilayah

Kecamatan Puring Kencana yang merupakan salah satu dari 23 Kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu Memiliki Luas wilayah sekitar 448,55 Km2 yang secara administratif sejak tahun 1997 semenjak berdirinya Kecamatan Puring Kencana yang merupakan pemekaran dari Kecamatan Empanang, terbagi menjadi Empat Desa dan 16 Dusun. Ini berarti Kecamatan Puring Kencana Mencakup 1,50 % Luas Wilayah Kabupaten. Dari total luas Wilayah 488, 55 KM2, 80 % Wilayah merupakan daerah perbukitan.

Pada tahun 2006 akan diadakan pemekaran Desa kembali menjadi 5 Desa dan 15 Dusun, 3 Desa lama dan 2 Desa baru, 1 Desa kembali ke Kecamatan Empanang yaitu desa Laja Sandang (Telutuk dan Seridan).

A.3. KLIMATOLOGI / Iklim

Kecamatan Puring Kencana merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Kapuas Hulu yang Iklimnya serupa dengan wilayah lainya. Iklim di Kecamatan Puring Kencana di Kelompokan sebagai

“ Afaw ” yaitu iklim Isoteral dengan musim Kemarau yang Panas pada waktu siang hari dan pada waktu malam hari udara sangat dingin dengan Suhu pada siang hari berkisar antara 22 0 C-34 0 C

Curah hujan di Kecamatan Puring Kencana cukup besar yakni berkisar antara 3.500 mm - 4.200 mm pertahun dengan jumlah hari hujan berkisar antara 250 hingga 290 hari. Jumlah hari hujan yang tinggi disertai dengan curah hujan yang besar dan pada umunya merata diseluruh wilayah kecamatan , namun dampak yang ditimbulkan menyebabkan proses pencucian tanah berjalan dengan cepat disamping menimbulkan banjir musiman yang sering melanda daerah disepanjang sungai Meraki dan sungai Empanang. Hal ini disebabkan oleh sebagian besar hutan di wilayah kecamatan puring kencana sudah gundul akiat penebangan secara liar yang dilakukan oleh masyarakat dan pencurian kayu oleh para pengusaha Malaysia dengan mengunakan peralatan yang lengkap.

A.4 TOPOGRAFI BENTUK WILAYAH ( Morpologi )

Bertambahnya ketinggian akan menurunkan suhu, khususnya pada malam hari. Sebagian besar wilayah Puring Kencana memiliki ketinggian antara 200 - 500 MDPL, sehingga tanaman yang banyak tumbuh diwilayah ini adalah tanaman-tanaman dataran tinggi (Subtropis dan tropis). Sebagian besar daerah dengan ketinggian diatas 500 meter terdapat di perbatasaan dengan Malaysia dan Kaupaten Sintang.

Dengan keadaan tanah yang berbukit, maka tanaman yang lasim ditanami oleh masyarakat adalah dibidang perkebunan yaitu Tanaman Lada, dan Karet. Tanaman ini merupakan mata pencarian utama masyarakat di Puring kencana.

Pada dataran tinggi/ miring, umunya diselengi oleh rawa- rawa memanjang namun sempit atau diselengi oleh bukit- bukirt kecil. Daratan ini termasuk kategori yang biasanya di genagni air pada waktu- waktu tertentu, yakni ketika terjadi curah hujan yang tinggi dimana menyebabkan banjir dan air menggenang 2-5 jam.

A.5. HIDROLOGI/ Tofografi Wilayah/ Fisiologi Wilayah

Wilayah Kecamatan Puring Kencanaa dilalui oleh sungai Merakai yang bersumber dibukit Perapau dan bermuara ke sungai Ketungau Kabupaten Sintang ( Nanga Merakai, Kecamatan Ketunggau Tengah ). Sungai Merakai mempunyai banyak anak sungai menopang air sehingga pada musim kemarau sungai Merakai tidak pernah kering. Disamping sungai Merakai terdapat sungai Empanang yang bersbumer pada bukit melapi di wilayah dusun Melancau. Sungai Empanang mengairi sampai ke Nanga Kantuk dan bermuara Di Sungai Tawang. Dari dulu sampai dengan sekarang sungai empanang menjadi tempat transportasi air yang digunakan oleh masyarakat untuk angkutan barang dan orang untuk memenuhi kebutuhan hidup sebagian besar masyarakat Kecamatan Empanang dan kecamatan Puring Kencana yang di bawa dari Semitau.

A.6. PEREKONOMIAN

Data perekonomian yang masih dominan di kecamatan Puring Kencana didominasi oleh sektor-sektor andalan : Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura , Perkebunan, Pertenakan dan Kehutanan termasuk disektor jasa dan perdagangan . Dibidang perdagangan , kebanyakan barang yang distandarkan dengan harga Sarawak Malaysia ( harga jualnya dihitung dengan Ringgit Malaisia ).

Jika melihat faktor harga barang, bukan rahasia umum lagi bahwa tingkat harga barang dan jasa di Kecamatan Puring Kencana lebih mahal kalau diuangkan dengan rupiah, dengan uang yang beredar untuk transaksi jual beli adalah Ringgit Malaysia. Dengan tingkat harga yang relatif tinggi akan berdampak pada peningkatan biaya antara yang dipergunanakan dalam proses produksi barang dan jasa. Keadaan ini menunjukan bahwa tingkat produksi barang dan jasa di Kecamatan Puring kencana relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan Kecamatan lainnya. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa pembangunan di Kecamatan Puring Kencana relatif tertinggal diantara kecamatan lainnya di Kabupaten Kapuas Hulu.

Jumat, 07 November 2008

Selayang Pandang

GAMBARAN UMUM KECAMATAN PURING KENCANA

  1. UMUM

  1. Nama dan Alamat Kecamatan : Puring Kencana, Desa/ Dusun Sungai Antu

  1. Geografis :
    1. Luas Wilayah / Daerah : 448,55 Km²
    2. Jumlah Desa : 5 Desa
    3. Jumlah Dusun : 15 Dusun

  1. Batas Wilayah/ daerah Kecamatan Puring Kencana :
    1. Sebelah Utara Berbatasan dengan : Sarawak Malaysia
    2. Sebelah Selatan Berbatasan dengan : Kecamatan Empanang
    3. Sebelah Timur Berbatasan dengan : Kecamatan Badau
    4. Sebelah Barat Berbatasan dengan : Kabupaten Sintang

Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarbakat secara langsung dan terpadu yang mengarah kepada tertib administrasi pemerintahan, maka diperlukan suatu pemerintahan yang terdekat dengan masyarakat dengan jarak jangkauan pelayanan yang tidak terlalu lama. Aspek ini sangat di perlukan dalam rangka percepatan pembangunan disegala bidang kehidupan masyarakat terutama pembangunan yang mengarah pada perbaikan tingkat pendapatan masyarakat itu sendiri.

Mendasari pemikiran tersebut di atas, maka pada tahun 1997 dengan Peraturan Pemerintahan Nomor 39 Tahun 1997 Kecamatan Puring Kencana dibentuk yang merupakan pemekaran dari Kecamatan Empanag. Sebelum dibentuk menjadi Kecamatan, Puring Kencana berstatus sebagai Perwakilan Kecamatan Empanang yang terletak di desa Sungai Antu.

Kecamatan Puring Kencana Merupakan salah satu Kecamatan dalam Wilayah Kabupaten Kapuas Hulu yang teraletak di Perbatasaan dengan Negara Malaysia. Karena letaknya diperbatasan dan sangat strategis diperlukan perhatian secara khusus baik oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah khususnya pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dalam rangka percepatan Pembangunan.

Kecamatan Puring Kencana merupakan tampak muka Negara Republik Indonesia kalau dilihat dari Negara tetangga kita Malaysia. Dengan letaknya diperbatasan dan merupakan tampak muka, maka perlu dibenah secara khusus sehingga dapat menghilangkan polemic selama ini bahwa masyarakat diperbatasan leih mengenal budaya dan semua pemerintah di Malayasia dari pada mengenal unsur – unsur pemerintahan di negaranya sendiri ( Indonesia ).

Dalam sejarah Perjuangan bangsa Indonesia pada tahun 1963 sampai dengan tahun 1965, wilayah kecamatan Puring Kencana ( Sungai Antu ) merupakan basis pertahanan utama pada konfrontasi dengan Malysia, yang berlanjut dengan Penumpasan PARAKU. Kejadian tersebut sampai sekarang masih membekas dihati masyarakat dan sangat trauma dengan segala bentuk kejadian yang di lakukan oleh aparat keamanan pada waktu itu.

Untuk mengantisipasi perkembangan dan tantangan ke depan baik di tingkat local, regional maupun globbal, kecamatan Puring Kencana perlu melakukan perubahan kearah perbaikan pelayanan kepada masyarat dengan sistem yang terpadu sehingga dapat memulihkan kepercayaan masyarakat untuk mendukung program pembangunan yang didukung oleh sumber daya yang tersedia. Untuk lebih memberdayakan masyarakat, maka perlu adanya visi dan misi yang memuat segala bentuk perbaikan kehidupan masyarakat maupun perbaikan sistem birokrasi Pemerintahan Kecamatan.

Dengan Visi Tersebut Kecamatan Puring Kencana perlu melakukan upaya yang berpola “Menjemput Bola” dalam menyikapi segenap pemecahan Permasalahan Pembangunan berbagai Aspek. Paradigma Menunggu secara Pasif sehingga permasalahan tersebut berpeluang menjadi besar dapat menyerap upaya Pemecahan masalah menjadi lebh sulit harus segera dirobah. Dalam Kontek ini maka di butuhkan kemampuan aparat birokrasi untuk mengidentifikasi dan menginventarsir permasalahan yang ada di dalam masyarakat secara dini, sehingga proses Pembuatan Kebibijakan pembangunan dapat lebih tepat sasaran sesuai dengan Prioritas kebutuhan Masyarakat di Kecamatan Puring Kencana.

Dengan rendahnya tingkat pendidikan Masyarakat yang rata-rata tidak tamat Sekolah Dasar ( SD ), maka menuntut semua Aparat yang bertugas di kecamatan Puring Kencana mempunyai kempuan yang lebih menitikberatkan sektor pemberdayaan masyarakat dalam arti masyarakat perlu diberi pemahaman secara detail dan terperinci sehingga keikut sertaan masyarakat dalam Proses pembangunan dapat berjalan dengan baik.

Dari segi prasarana dan sarana yang ada di Kecamatan Puring Kencana masih sangat jauh tertinggal dari Kecamatan lain dalam wilayah Kaupaten Kapuas Hulu. Secara fisik pembangunan yang Nampak hanya jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Empanang (Nanga Kantuk) dengan Kecamatan Puring Kencana (Sungai Antu) itupun baru sebatas pengeseran dengan menggunakan batu-batu besar. Sedangkan fisik pembangunan yang lain belum ada sama sekali terutama prasarana pemasaran hasil bumi masyarakat.

Mengingat Kecamatan Puring Kencana sampai saat ini belum tersentuh proyek–proyek pembangunan disemua aspek kehidupan masyarakat, sepantasnya mendapat perhatian khusus dan penuh dari pihak Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat dengan Mengalokasikan dana Pembangunan Sehubungan Kecamatan Puring Kencana merupakan salah satu Kecamatan yang berbatasan langsung dengan Negara Tetangga kita Malaysia.

Salah satu diantara persoalan yang menjadi kendala penyelenggaran pemerintahan untuk mencapai keberhasilan tugas diberagai sektor, adalah tidak adanya para petugas dari dinas instansi pemerintah yang lain bertugas di kecamatan Puring Kencana sehingga menibulkan persoalan koordinasi lintas sektoral yang seharusnya dilaksanakan setiap bulan tidak dapat dilaksankan sebagaiman mestinya. Pemerintah dan pembangunan yang diselengarakn sangat Kompleks mensyaratkan pengertian dari banyak pihak sebagai unsur pelakasana di lapangan yang secara langsung mengetahui kekurangan dan kebutuhan yang di perlukan oleh masyarakat.

Program-program dari berbagai dinas intansi dengan Visi, Misi dan kepentingan yang berbeda-beda memerlukan koordinasi yang mantap untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan yang sesuai dengan keinginan masyarakat, apalagi karakter masyarakat perbatasan tidak jauh berbeda dengan karakter masyarakat yang ada di negara bagian Sarawak Malaysia dengan pemenuhan konsumsi yang tinggi

DAFTAR URUT KEPANGKATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DILINGKUNGAN PEMERINTAH







1 Drs. D. WILLIAM 131886497 IV/b OI- IO- 2006 CAMAT






2 YOSERH SUDHARMA. 130505O36. IV/A,
PENGAWAS.TK/SD,






3 MASIR.A.Ma.Pd 130664549 IV/A OI-O4-2004. KASI PENDIDIKAN.






4 ANDREAS SADI. 131049021. IV/A 01-04--2007 P L S






5 MINTUAK.A.Ma.Pd. 131447521. III/d. 01-10-2006. SEK CAM.






6 THOMAS AGEL. 130461089. III/c. 01-10-2006. kasi pemerintahan






7 YOHANES DERANI. 380026857. III/b, 01-04-2005. Kasi Ekbang






8 P I N I N. 10159439 II/c.
POL PP.-PEMBANTU





PEMEGANG KAS.
9










10 YURIS LIDUAN. 520019448 II/a. 01-02-2005 PLT.KASI.TRAN-





TIB.
11 HENDRIKUS ANWAR. 520019456 II/a 01-02-2005 SATUAN POL PP





Pemegang Barang.
12 YUSTINUS TAMBI. 520019461 II/a 01-02-2005 SATUAN.POL.PP





Bendahara Keuangan
13 ANDREAS MURJONO
II/a.
OPRATOR SSB





stap Pemerintahan.
14 PATRISIA MASLIN.
ii/A
OPERATOR SSB





Stap Sekretarias.
15. YASINTA NOLA.
II/a
STAP PENDIDIKAN